Pemerintah Kota Bandung Perkuat Pengawasan untuk Lindungi Anak dari Penyalahgunaan Tramadol

Kontributor •
Bagikan Artikel:
📌 Ringkasan Berita:
  • Peredaran obat keras ilegal seperti tramadol dan Hexymer di Bandung menjadi masalah serius, terutama di kalangan pelajar SMP.
  • Pemerintah Kota Bandung, di bawah Wali Kota Muhammad Farhan, berkomitmen untuk meningkatkan pengawasan dengan melibatkan masyarakat dan aparat.
  • Farhan menekankan pentingnya kolaborasi lintas unsur untuk mencegah penyalahgunaan obat keras dan melindungi generasi muda.

Peredaran obat keras ilegal seperti tramadol dan Hexymer di Kota Bandung menjadi isu yang semakin mendesak untuk ditangani.

Menurut laporan dari radarbandung.id, keberadaan pabrik dan gudang produksi obat-obatan terlarang ini di kawasan pergudangan Bizpark, Kopo, telah membawa dampak serius, terutama bagi anak-anak usia sekolah menengah pertama (SMP).

Pemerintah Kota Bandung, melalui Wali Kota Muhammad Farhan, berkomitmen untuk memperkuat pengawasan lingkungan dengan melibatkan berbagai elemen masyarakat, aparat kewilayahan, dan kepolisian.

Pentingnya Kolaborasi Dalam Pengawasan Obat Keras di Kota Bandung

Wali Kota Muhammad Farhan menyampaikan apresiasinya terhadap pengungkapan kasus peredaran tramadol oleh Polda Jawa Barat dan Polrestabes Bandung.

Ia menekankan bahwa langkah ini penting untuk menekan peredaran obat keras ilegal dan melindungi generasi muda dari risiko penyalahgunaan.

Farhan merasakan keresahan masyarakat yang cukup besar terkait dengan penyalahgunaan tramadol, terutama karena telah melibatkan kalangan pelajar.

Strategi Penanganan Peredaran Tramadol dengan Melibatkan Masyarakat

“Dampaknya sudah sampai ke anak-anak SMP,” ujar Farhan, pada Senin (19/10/2026).

Farhan menambahkan bahwa masalah peredaran tramadol tidak hanya bisa diselesaikan secara hukum, tetapi memerlukan perlindungan anak dan keamanan lingkungan.

Ia menyerukan pentingnya laporan dari warga sebagai sumber informasi awal bagi aparat untuk mengawasi aktivitas mencurigakan di lingkungan mereka.

“Kerja sama lintas unsur dibutuhkan agar penanganan tidak hanya bergantung pada penindakan setelah kasus terungkap,” katanya.

Dengan pengawasan yang melibatkan masyarakat, aparat, dan kepolisian, Farhan berharap peredaran tramadol dan Hexymer ilegal dapat ditekan, khususnya untuk mencegah anak-anak terpapar penyalahgunaan obat keras.




Sumber: radarbandung.id (19/10/2026)
Lanjutkan membaca
Bagikan Artikel:
Bahan Post Instagram
Sedang merender card cover...