Peternak Ruminansia di Bandung Barat Terpukul Krisis Pakan Akibat Kemarau Panjang

Kontributor •
Bagikan Artikel:
📌 Ringkasan Berita:
  • Peternak ruminansia di Kabupaten Bandung Barat menghadapi krisis ketersediaan hijauan pakan akibat kemarau panjang yang sudah berlangsung sejak Juni 2026.
  • Harga pakan seperti tebon jagung dan pakan odot naik drastis, membuat peternak harus mencari solusi alternatif untuk memenuhi kebutuhan ternak mereka.
  • Peternak kini beralih ke pakan kering dan mengoptimalkan penggunaan pakan alternatif, meskipun kualitasnya lebih rendah, demi menjaga nutrisi dan kelangsungan usaha peternakan.

Peternak ruminansia di Kabupaten Bandung Barat saat ini lagi berhadapan dengan masalah serius, yaitu krisis ketersediaan hijauan pakan.

Masalah ini muncul akibat kemarau panjang yang dimulai dari bulan Juni 2026 dan masih berlanjut sampai sekarang.

Situasi ini bikin peternak harus lebih pintar dalam mengelola pakan agar tidak terjadi kekurangan.

Krisis Pakan yang Makin Parah

Menyimak pemberitaan dari bandungberita.com pada 25/09/2026, peternak sekarang mengurangi penggunaan pakan hijau hingga sekitar 50% dan beralih ke jerami kering, meskipun kualitasnya jauh lebih rendah daripada hijauan segar.

Selain itu, pengelolaan kebun rumput yang belum optimal dan terbatasnya peternak yang menanam hijauan unggul bikin keadaan makin sulit.

Banyak peternak di wilayah KBB yang terpaksa mencari pakan sampai ke daerah lain, seperti Subang, Sumedang, dan Purwakarta.

Naiknya Harga Pakan yang Mengkhawatirkan

Dampak dari krisis ini bikin harga pakan melambung tinggi, contohnya, harga tebon jagung naik dari Rp. 800.000,- per kilogram menjadi Rp. 900.000,- per kilogram.

Pakan odot juga mengalami kenaikan dari Rp. 750.000,- per kilogram menjadi Rp. 900,- per kilogram.

Strategi Peternak Menghadapi Krisis

Krisis hijauan pakan ini juga berimbas pada komoditas ternak seperti sapi potong, sapi perah, kambing, dan domba yang ada di Kecamatan Cisarua, Lembang, Parongpong, dan Ngamprah.

Hasilnya, peternak sekarang memanfaatkan pakan alternatif dan meningkatkan konsentrat berprotein, tapi tentu saja perlu pengelolaan yang baik supaya nutrisi ternak tetap terjaga dan biaya pakan tidak memberatkan usaha peternakan.

Kondisi sulit ini diakui oleh kelompok tani seperti Kelompok Tani Jaya Siliwangi di Desa Jambudipa, Kecamatan Cisarua, yang terpaksa mencari rumput ke daerah lain, membeli jerami kering, dan menambahkan ampas tahu untuk memenuhi kebutuhan nutrisi ternak mereka.

Dalam hal ini, Kepala Dinas Perikanan dan Peternakan Kabupaten Bandung Barat, drh. Wiwin Aprianti, M.Si, mengatakan bahwa kondisi kemarau perlu direspons dengan langkah-langkah yang tepat.

Sebagai penutup, krisis ketersediaan hijauan pakan ini jelas menjadi tantangan besar bagi peternak di daerah tersebut.

Menurut kamu gimana tentang berita ini? Yuk, share pendapat kamu di kolom komentar!




Sumber: bandungberita.com (25/09/2026)
Lanjutkan membaca
Bagikan Artikel:
Bahan Post Instagram
Sedang merender card cover...