
- Jawa Barat menjadi pusat produksi telur nasional dengan 714.000 ton per tahun dan populasi ayam petelur mencapai 48,2 juta ekor.
- Peralihan ke telur cage-free semakin diminati, didorong oleh perubahan preferensi konsumen dan komitmen lebih dari 100 perusahaan di Indonesia.
- Tantangan utama adalah transisi dari sistem kandang baterai ke cage-free, yang memerlukan kesiapan teknis dan ekonomis peternak di Jawa Barat.
Jawa Barat lagi-lagi jadi sorotan, kali ini soal telur cage-free yang makin dilirik banyak orang.
Peluang Besar di Industri Telur
Melansir pemberitaan dari radarbandung.id pada 23/09/2026, Jawa Barat memiliki posisi strategis dalam industri telur nasional.
Dengan produksi sekitar 714.000 ton telur per tahun dan populasi ayam petelur mencapai 48,2 juta ekor, daerah ini memang penting untuk kebutuhan pangan masyarakat.
Namun, dengan besarnya produksi telur juga ada tantangan baru yang muncul, khususnya dalam mendukung sistem peternakan yang mengutamakan kesejahteraan hewan dan permintaan pasar.
Perubahan Pasar Menuju Cage-Free
Public Policy Specialist Act for Farmed Animals (AFFA), Emeralda Aisha, mengatakan Jawa Barat berpotensi jadi daerah percontohan untuk produksi telur bebas kandang atau cage-free di Indonesia.
Dia menambahkan, peluang ini semakin terbuka seiring dengan perubahan preferensi pasar.
Secara global, lebih dari 3.000 perusahaan menyatakan komitmen untuk menggunakan telur cage-free, sementara di Indonesia, sudah ada lebih dari 100 perusahaan yang melakukan hal serupa.
“Perkembangan pasar telur cage-free ini menunjukkan adanya perubahan preferensi konsumen sekaligus peluang bagi peternak untuk mengembangkan produk bernilai tambah,” kata Emeralda.
Data dan Tantangan di Lapangan
Informasi tentang perusahaan yang sudah berkomitmen terhadap telur cage-free bisa dilihat di laman Chicken Watch.
Data Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan (DKPP) 2025 mencatat populasi ayam petelur di Jawa Barat mencapai sekitar 48,2 juta ekor.
Sementara itu, Badan Pusat Statistik (BPS) pada 2023 melaporkan ada 4.465 rumah tangga usaha peternakan ayam petelur skala kecil dengan rata-rata kepemilikan sekitar 761 ekor.
Sentra produksi telur tersebar di berbagai wilayah Jawa Barat, termasuk kawasan Barat, Selatan, dan Priangan Timur.
Produksi ini nggak hanya memenuhi kebutuhan masyarakat Jawa Barat, tapi juga mendukung permintaan dari kawasan Jabodetabek.
Aktivitas peternakan ayam petelur ini juga berdampak pada sektor lain, mulai dari pakan, transportasi, hingga distribusi.
Namun, sayangnya, sebagian besar peternakan ayam petelur saat ini masih menggunakan sistem kandang baterai.
Emeralda menjelaskan, ukuran kandang baterai di beberapa peternakan bisa sekitar 21 x 29 sentimeter untuk satu ekor ayam, yang jelas membatasi perilaku alami mereka, seperti mengepakkan sayap dan bertengger.
Telur yang dihasilkan pun sebagian besar masih dipasarkan sebagai telur konvensional, meskipun ada peluang untuk pasar telur premium dan cage-free yang mulai berkembang di wilayah perkotaan.
Kedekatan Jawa Barat dengan pasar Jabodetabek jadi peluang besar karena ada basis konsumen yang cukup besar di sana.
Dorongan untuk sistem produksi yang lebih memperhatikan kesejahteraan hewan juga mendapatkan momentum setelah pemerintah mengeluarkan Peraturan Menteri Pertanian (Permentan) Nomor 32 Tahun 2025 tentang Kesejahteraan Hewan.
Peraturan ini ditetapkan pada 1 Desember 2025 dan diundangkan pada 4 Desember 2025.
Regulasi ini jadi salah satu landasan untuk praktik peternakan yang lebih memperhatikan kondisi fisik dan perilaku alami hewan.
Dalam konsep cage-free, kesejahteraan ayam petelur berkaitan dengan prinsip Five Freedoms atau lima kebebasan hewan.
Lima prinsip itu mencakup kebebasan dari rasa lapar dan haus, kebebasan dari rasa tidak nyaman, kebebasan dari rasa sakit, luka dan penyakit, kebebasan mengekspresikan perilaku alami, serta kebebasan dari rasa takut dan tertekan.
Penerapan prinsip-prinsip ini diharapkan dapat meningkatkan standar pengelolaan peternakan ayam petelur.
Meski pasar terbuka lebar, peralihan dari sistem kandang konvensional ke cage-free nggak bisa dilakukan dengan instan.
AFFA menilai kesiapan peternak di Jawa Barat masih beragam, baik dari sisi teknis maupun ekonomis.
Menurut kamu gimana tentang berita ini? Yuk, share pendapat kamu di kolom komentar!
Sumber: radarbandung.id (23/09/2026)