
- DPKP Kota Bandung intensif menyiram tanaman di berbagai lokasi untuk menjaga pertumbuhan dan mengurangi debu selama musim kemarau.
- Penyiraman dilakukan lebih dari dua kali sehari saat kemarau, dengan fokus pada area taman median jalan dan pot-pot vertikal.
- Air yang digunakan untuk penyiraman diambil dari truk tangki DPKP dan tidak mengganggu alokasi air bersih bagi masyarakat.
Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPKP) Kota Bandung lagi gencar-gencarnya nih nyiram tanaman di beberapa area selama musim kemarau, supaya tanaman tetap tumbuh dan debu gak beterbangan kemana-mana.
Penyiraman Rutin di Musim Kemarau
Melansir pemberitaan dari radarbandung.id pada 26/08/2026, petugas DPKP Kota Bandung, Tio, menjelaskan bahwa penyiraman itu sebenarnya adalah kegiatan perawatan rutin.
Dia bilang biasanya penyiraman dilakukan dua kali sehari, pagi dan sore, tapi saat musim kemarau frekuensinya bisa ditambah karena penguapan air terjadi lebih cepat.
"Kalau kondisi normal biasanya dua kali sehari, pagi dan sore. Kalau musim kemarau bisa lebih dari dua kali karena penguapan air lebih cepat," ujar Tio saat ditemui di kawasan Cihampelas.
Di kawasan Cihampelas, penyiraman dilakukan di koridor utama Jalan Cihampelas, dari persimpangan Jalan Dr. Setiabudi sampai jalur menuju Cihampelas Bawah.
Petugas juga nyiram di area yang mengarah ke persimpangan Jalan Pasteur sampai menjelang Jalan Pajajaran.
"Area taman median jalan, pot-pot vertikal, serta penghijauan di bawah struktur pedestrian menjadi sasaran utama penyiraman, penyiraman dilakukan dua kali, pagi hari dan dijadwalkan kembali dua kali, sore hari," kata Tio.
Efisiensi Penyiraman Tanaman
Petugas DPKP, Ari, menyebutkan bahwa penyiraman ini penting banget untuk mencegah tanaman dari kekeringan sampai mati.
Dia juga bilang kalau cara ini lebih efisien dibandingkan harus ganti tanaman yang mati karena kurang air.
"Selain tanaman, penyiraman dilakukan untuk membasahi debu di sekitar jalan. Kondisi kemarau membuat debu lebih banyak dan mudah beterbangan sehingga dapat mengotori lingkungan serta tanaman di sekitar ruas jalan," ucap Ari.
Penyesuaian Dengan Cuaca
Ari mengungkapkan bahwa frekuensi penyiraman disesuaikan dengan kondisi cuaca.
Kalau hujan turun lebat dan sering, penyiraman bisa dihentikan.
Namun, jika ada jeda beberapa hari tanpa hujan, petugas akan memantau kondisi tanah dan melakukan penyiraman secara selektif.
Ari juga menambahkan bahwa air untuk penyiraman diambil dari truk tangki DPKP yang disediakan oleh PDAM Kota Bandung.
"Kebutuhan air tidak mengalami peningkatan signifikan karena air yang digunakan merupakan air baku yang sudah tersedia dan belum melalui proses pemurnian penuh menjadi air minum, sehingga tidak mengganggu alokasi air bersih bagi masyarakat," jelas Ari.
Secara keseluruhan, upaya penyiraman ini jadi langkah penting untuk menjaga tanaman dan lingkungan selama musim kemarau.
Menurut kamu gimana tentang berita ini? Yuk, share pendapat kamu di kolom komentar!
Sumber: radarbandung.id (26/08/2026)