
- Industri media di Indonesia sedang bertransformasi akibat disrupsi AI dan fenomena zero click, yang mendorong perusahaan pers untuk fokus pada akurasi dan kualitas berita.
- Tribun Network menerapkan Deklarasi Bogor 2023 yang melarang kutipan langsung dari media sosial, menekankan pentingnya verifikasi informasi sebelum dipublikasikan.
- Banyak media digital mengalami penurunan trafik hingga 50% akibat perubahan algoritma dan penggunaan AI, memaksa perusahaan untuk melakukan efisiensi dan pengurangan karyawan.
Disrupsi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) dan fenomena zero click dianggap telah mengubah wajah industri media di tanah air.
Perubahan dalam Industri Media
Menyimak pemberitaan dari radarbandung.id pada 19/07/2026, perusahaan pers kini dituntut untuk meninggalkan cara lama yang hanya mengejar kecepatan dan beralih ke jurnalisme yang lebih menekankan pada akurasi dan kualitas.
Penanggung Jawab Tribunnews.com, Domu D. Ambarita, menjelaskan bahwa perubahan perilaku masyarakat dalam mengakses informasi berpengaruh pada keberlangsungan bisnis media.
Domu bilang, "Tantangan terbesar ruang redaksi saat ini bukan hanya kecepatan, tetapi bagaimana menjaga akurasi di tengah derasnya arus informasi digital."
Dia juga menambahkan bahwa kesalahan kecil dapat berujung pada permintaan pencabutan berita, ajudikasi, bahkan sengketa di Dewan Pers.
Pembenahan Sistem Kerja Redaksi
Untuk menghadapi tantangan ini, Tribun Network melakukan perbaikan dalam sistem kerja redaksi mereka.
Domu mengungkapkan bahwa mereka menerapkan Deklarasi Bogor 2023 yang melarang wartawan mengutip langsung dari media sosial sebagai sumber berita.
"Media sosial hanya menjadi titik awal pencarian informasi," katanya.
Dia menekankan bahwa semua informasi yang beredar di platform digital harus diverifikasi sebelum dipublikasikan.
Tantangan dan Dampak pada Bisnis Media
Domu juga menjelaskan bahwa kebijakan ini berdampak positif pada kualitas pemberitaan di media mereka.
Dia mencatat bahwa di tahun 2023, Tribun Network sering menghadapi proses klarifikasi, tetapi di tahun 2026, hanya ada satu kasus yang ditangani terkait klaim hak cipta foto.
Namun, ia juga menunjukkan bahwa industri media kini menghadapi tekanan bisnis akibat penurunan trafik yang terjadi setelah perubahan algoritma mesin pencari, serta meningkatnya penggunaan AI.
Banyak media digital mengalami penurunan trafik hingga 30 hingga 50 persen, dan banyak perusahaan terpaksa melakukan efisiensi, pengurangan karyawan, atau bahkan menghentikan penerbitan media cetak.
Dia menegaskan, "Sekarang tantangannya bukan hanya AI, tetapi juga zero click," di mana orang dapat mendapatkan informasi langsung dari mesin pencari tanpa harus mengunjungi situs media.
Workshop Literasi Keuangan Forum Pimred Indo Satu Media Grup ini dihadiri oleh jajaran direksi dan berbagai divisi dari seluruh unit usaha Indo Satu Media Grup.
Kegiatan ini didukung oleh berbagai lembaga seperti Lembaga Penjamin Simpanan (LPS), BRI, bank bjb, dan lainnya.
Secara keseluruhan, perubahan dalam industri media saat ini sangat dipengaruhi oleh teknologi dan perilaku konsumen yang berkembang.
Menurut kamu gimana tentang berita ini? Yuk, share pendapat kamu di kolom komentar!
Sumber: radarbandung.id (19/07/2026)